Email Kami cs@rapiya.org
HP / WA 0812 2049 2716
Donasi

Sedekah Tak Mengurangi Harta

Tepat hari ini, dalam kalender Islam sudah memasuki tanggal 10 Muharram. Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa bulan al-Muharram adalah bulan pertama kalender Islam (Hijriyah) yang memiliki banyak keutamaan dan keistimewaan.

Kenapa Muharram begitu istimewa? Dalam Alqur’an Surah At-Taubah ayat 36, Allah mengabarkan bahwa dari 12 bulan terdapat 4 bulan agung (bulan-bulan haram) yang wajib dimuliakan yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab. Pada bulan-bulan ini umat Islam dilarang menganiaya diri sendiri dan sebaliknya dianjurkan memperbanyak amal saleh. Siapa yang beramal saleh pada bulan tersebut Allah akan melipatgandakan pahalanya. Begitupun  sebaliknya siapa yang berbuat maksiat pada bulan-bulan itu maka dosanya pun akan berlipat.

Memperbanyak puasa sunnah dan menghidupkan Puasa Tasu’a & ‘Asyura adalah amalan yang sangat dianjurkan di bulan al-Muharram ini. Puasa Tasu’a & ‘Asyura dilaksanakan pada tanggal 9 dan 10 Muharram. Ya tepatnya kemarin Senin, dan hari ini Selasa, 10 Muharram adalah waktu dimana kita disunnahkan untuk menajalankan ibadah puasa ‘Asyura. Siapa yang sedang menjalankan puasa ‘Asyura? Semoga senantiasa Allah menerima puasa kita  serta mengampuni dosa-dosa kita. Aamiin Allahuma Amiin.

Bagaimana dengan amalan sedekah di bulan al-Muharram?

Sedekah pada bulan al Muharram menurut Mazhab Maliki sangat dianjurkan. Sementara mahzab lainnya tidak memberikan penekanan khusus, namun tidak memberi larangan untuk mengamalkannya. Sebagaimana keutamaan Muharram di mana Allah melipatgandakan pahala setiap amal saleh, maka memperbanyak sedekah termasuk menyantuni anak yatim merupakan amalan yang disukai Allah.

“Perumpamaan orang-orang yang mendermakan (sedekah) harta bendanya di jalan Allah, seperti (orang yang menanam) sebutir biji yang menumbuhkan tujuh untai dan tiap-tiap untai terdapat seratus biji dan Allah melipat gandakan (balasan) kepada orang yang dikehendaki, dan Allah Maha Luas (anugrah-Nya) lagi Maha Mengetahui”.

(QS. Al-Baqarah: 261).

Sedekah Tak akan Mengurangi Harta

Berbicara mengenai sedekah, sedekah dapat dilakukan dengan berbagai macam cara, tidak hanya harus dengan materi (uang). Tolong menolong, melafalkan zikir, menafkahi keluarga, menyingkirkan batu dari jalan, menahan diri untuk tidak menyakiti orang lain bahkan memberikan senyum terhadap sesama juga termasuk sedekah.

Secara logika, apabila kita memberikan sebagian harta kita maka mungkin jumlah nominal uang yang kita miliki akan berkurang, namun tidak demikian dengan logika amal shaleh yang diajarkan Allah. Telah jelas dalam Al-Qur’an dikatakan bahwa satu kebaikan sama dengan sepuluh pahala, sedangkan satu maksiat hanya dengan satu dosa.

“Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).

(QS. Al An’am: 160).

Bersedekah sama hal nya dengan kita berinvestasi untuk bekal di dunia dan akhirat berkah yang didapatkan akan terus ditambah dengan kelipatan yang banyak. Hal itu menjelaskan bahwa dengan bersedekah tidak akan membuat kita jatuh miskin. Setiap harta yang telah dikeluarkan justru menjadi berkah. Berubah bentuknya menjadi bentuk rezeki-rezeki yang lain. Bisa berupa kesehatan, keselamatan yang juga merupakan rezeki yang terkadang kita tidak memandangnya sebagai sebuah rezeki dari Allah. Ini adalah janji dari Allah subhanahu wa ta’ala, bahwa sedekah tidak akan mengurangi harta.

Sedekah tidaklah mengurangi harta. Tidaklah Allah menambahkan kepada seorang hamba sifat pemaaf melainkan akan semakin memuliakan dirinya. Dan juga tidaklah seseorang memiliki sifat tawadhu’ (rendah diri) karena Allah melainkan Allah akan meninggikannya.

(HR. Muslim dari hadits Abu Hurairah)

Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.

(QS. Al-Baqarah: 245)

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSLETTER SIGN-UP

Praesent diam massa, interdum quis ex id.